Kenapa Hipertiroid Lebih Banyak Terjadi Pada Wanita

Wanita dikatakan memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena hipertiroid dibandingkan pria. Lalu, apa yang membuat hipertiroid lebih banyak terjadi pada wanita?

Penyakit Hipertiroid Pada Wanita

Penyakit Hipertiroid Pada Wanita

Hipertiroid sendiri merupakan kondisi dimana tubuh Anda kelebihan hormon tiroksin akibat gangguan yang terjadi pada kelenjar tiroid.

Nah, gangguan hormon tersebut dapat menyebabkan metabolisme tubuh Anda terganggu.

Meskipun penyakit hipertiroid bisa terjadi pada siapapun, wanita memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingankan dengan pria untuk mengalami penyakit ini.

Tidak ada penyebab pasti yang membuat wanita memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena hipertiroid.

Meskipun begitu, ada beberapa faktor yang dipercayai dapat meningkatkan risiko penyakit hipertiroid pada wanita.

Inilah Alasan Kenapa Hipertiroid Lebih Banyak Terjadi Pada Wanita Dibandingkan Pria

Gangguan hormon menjadi salah satu pemicu terjadinya penyakit hipertiroid. Dibandingkan dengan pria, wanita lebih sering mengalami gangguan hormon.

Ada banyak kondisi yang membuat hormon wanita menjadi tidak stabil, contohnya seperti saat haid dan kehamilan.

Pada masa kehamilan, kadar hormon human chorionic gonadotropin (hCG) biasanya akan meningkat.

Perlu Anda ketahui, peningkatan hormom HCG tersbut dapat memicu terjadinya hipertiroid, utamanya pada kehamilan kembar atau pada kasus hamil anggur.

Di sisi lain, Dr dr Dyah Purnamasari, SpPD-KEMD dari RSCM Jakarta mengatakan, bahwa risiko hipertiroid pada wanita juga dipengaruhi oleh respons imun yang berubah-ubah pada kondisi tertentu.

Masa pubertas yang menyebabkan adanya lonjakan hormon kelamin, saat hamil atau menyusui juga bisa membuat respons sel-sel imun menjadi terganggu. Sehingga, meningkatkan risiko hipertiroid.

Selain itu, dr Imam Subekti SpPD-KEMD salah satu dokter pemerhati tiroid dari Universitas Indonesia juga mengatakan jika penyakit tiroid memang lebih banyak diderita kaum wanita.

Beliau mengatakan, jika Hormon seks perempuan yang lebih rentan terhadap disfungsi kelenjar tiroid.

Hal ini juga yang membuat penyakit hipertiroid lebih sering terjadi pada usia 20-40 tahunan.

Apa yang harus dilakukan untuk menekan risiko hipertiroid?

Ketika seseorang mengalami gangguan tiroid, khususnya hipertiroid, maka harus mendapatkan penanganan dengan segera untuk mencegah kondisi yang lebih parah.

Mengenali gejala yang muncul menjadi salah satu cara yang ampuh untuk mendapatkan penanganan lebih cepat. Sayangnya, banyak yang tidak menyadari gejala dari penyakit ini.

Nah, untuk menekan risiko penyakit hipertiroid pada wanita, Anda perlu memperhatikan beberapa faktor. Diantaranya:

  • Gaya hidup
  • Riwayat kesehatan keluarga
  • Makanan yang Anda konsumsi
  • Medical check-up atau pemeriksaan kesehatan berkala

Jika selama ini gaya hidup Anda jauh dari kata sehat, misalnya makan masih sembarangan, olahraga jarang, suka konsumsi minumal beralkohol, sampai dengan sering tidur larut malam. Maka, rubahlah sekarang juga.

Perhatikan juga makanan yang akan Anda konsumsi. Memperbanyak asupan buah dan sayur sangat dianjurkan. Selain kaya akan vitamin, buah dan sayur juga mengandung beberapa komponen mineral dan nutrisi lainnya yang bagus untuk kesehatan tubuh.

Mulailah melakukan medical check-up atau pemeriksaan kesehatan secara berkala, termasuk cek darah, dan lainnya. Apalagi, jika Anda memang memiliki faktor genetik atau riwayat penyakit hipertiroid dalam keluarga Anda.

Untuk mengoptimalkan upaya pencegahan yang Anda lakukan, Anda bisa mendukungnya dengan mengonsumsi Herbal Gamat Emas Kapsul.

Khasiat dan manfaat lengkapnya untuk mencegah maupun mengobati penyakit hipertiroid bisa Anda BACA DISINI!!

Nah, demikianlah informasi di atas kami sampaikan. Semoga, artikel ini bisa menjawab rasa penasaran Anda mengenai”Kenapa Hipertiroid Lebih Banyak Terjadi Pada Wanita?”.

Terima kasih sudah menyimak. Salam sehat 🙂

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *